Buku atau kajian ini mengajak pembaca menyelami sebuah petualangan matematika yang unik melalui eksplorasi etnomatematika pada kerajinan anyaman bambu tradisional khas Pasuruan. Di balik keindahan visual dan nilai fungsionalnya, proses pembuatan anyaman ini ternyata menyimpan konsep-konsep geometri tingkat tinggi—seperti transformasi, pola simetri, pergeseran (translasi), hingga konsep fraktal—yang diterapkan secara intuitif oleh para perajin lokal tanpa rumus formal. Melalui pendekatan yang edukatif dan aplikatif, karya ini tidak hanya mendokumentasikan serta melestarikan kekayaan budaya Pasuruan, tetapi juga menjembatani dunia pendidikan dengan kearifan lokal, membuktikan bahwa matematika bukanlah teori abstrak melainkan bagian hidup dari tradisi masyarakat kita.