Penelitian ini mengeksplorasi integrasi etnomatematika dalam seni wayang kulit sebagai media pembelajaran inovatif yang menjembatani konsep geometri dan aljabar dengan nilai-nilai budaya lokal. Melalui pendekatan literasi digital yang komprehensif, siswa SMP diajak untuk membedah pola, proporsi, dan struktur visual wayang menggunakan perangkat digital, sehingga tidak hanya memperdalam pemahaman matematis secara konkret, tetapi juga secara aktif mengasah keterampilan komunikasi mereka dalam menyampaikan argumen logis dan apresiasi budaya. Dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam kearifan lokal, strategi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan, interaktif, dan efektif dalam membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis serta literasi digital yang mumpuni di era modern.