Buku atau kajian ini mengupas tuntas keunikan arsitektur Masjid Cheng Hoo yang ikonik melalui perpaduan harmonis antara nilai spiritual, akulturasi budaya Tionghoa-Islam, dan prinsip ilmu geometri. Di balik megahnya perpaduan warna merah, kuning, dan hijau serta bentuk atap segi delapan menyerupai pagoda, struktur masjid ini menyimpan keajaiban matematika yang presisi—mulai dari konsep simetri, proporsi fraktal, kalkulasi sudut, hingga geometri ruang yang membentuk ruang sakralnya. Melalui lensa matematika, karya ini tidak hanya mengajak pembaca mengagumi keindahan visual bangunan sejarah, tetapi juga membuktikan bagaimana matematika menjadi bahasa universal yang menjembatani seni, keyakinan, dan lintas budaya dalam sebuah mahakarya arsitektur yang kokoh.