Buku ini mengupas sisi ilmiah dan matematis yang tersembunyi di balik proses pembuatan jajanan tradisional melalui eksplorasi etnomatematika pada produksi rengginang di Pasuruan, dengan fokus utama pada penggunaan alat "tampah". Melalui pendekatan budaya yang kontekstual, studi ini membedah bagaimana anyaman bambu berbentuk lingkaran pada tampah, tata letak penjemuran rengginang, hingga bentuk geometris dari rengginang itu sendiri menerapkan prinsip-prinsip geometri esensial seperti konsep lingkaran, simetri, sistem koordinat, transformasi, serta optimasi ruang (pola pengubinan). Buku ini berhasil menjembatani aktivitas masyarakat lokal dengan teori matematika formal, menjadikannya sebuah referensi pembelajaran yang menarik sekaligus sebagai bentuk dokumentasi dan pelestarian warisan kuliner tradisional Pasuruan dari sudut pandang sains